T3 ETIKA PROFESI AKUNTANSI
ETIKA PROFESI AKUNTANSI
LIKUIDITAS DAN COST OF CAPITAL PADA PT. PANORAMA SENTRA WISATA, Tbk.
Sejarah PT. Panorama Sentra Wisata Tbk
Panorama JTB Tours merupakan transformasi dari Panorama Tours, sebagai perusahaan tour & travel yang telah dikenal sejak 1998. Panorama JTB Tours adalah hasil sinergi antara dua perusahaan ternama: Panorama Group dan JTB Corporation, untuk lebih kuat dan luas dalam menjangkau dan melayani masyarakat di tanah air pada segmen Travel & Leisure. JTB Corporation sendiri sebagai pemain Pariwisata global yang telah beroperasi selama lebih dari 100 tahun dengan jaringan di 37 negara menjadikan Panorama Group sebagai partner handal di Indonesia dalam rangka pengembangan dan perluasan market-share secara nasional.
Panorama JTB Tours akan terus berinovasi demi pengalaman terbaik bagi pelanggan serta terus mempertahankan reputasinya sebagai perusahaan Travel & Leisure yang memenangkan banyak penghargaan bergengsi di tanah air. Sebelumnya melalui brand Panorama Tours Indonesia, perusahaan telah memenangkan berbagai penghargaan melalui inovasi dan perluasan ekspansi diantaranya sembilan penghargaan Corporate Image Awards secara berturut-turut sebagai perusahaan Tour & Travel dengan citra dan reputasi terbaik di Indonesia selama periode tahun 2008-2016, sepuluh penghargaan Indonesia Travel & Tourism Award sebagai Outbound Travel Agent terbaik di Indonesia, sepuluh rekor MURI, tiga Digital Marketing Awards dan Social Media Awards sebagai Great Performing Website dan Great Performing Brand in Social Media, Service Quality Awards 2016 sebagai perusahaan tour & travel yang dinilai pelanggannya sendiri sebagai terbaik dalam pelayanan, Superbrand dan Most Valued Brands. Selanjutnya Panorama JTB Tours akan melanjutkan kinerjanya agar terus menjadi pemain yang kuat di industry Pariwisata Indonesia.
Lini bisnis Panorama JTB Tours terdiri dari Retail & Leisure Management yang berfokus pada pelanggan ritel; Corporate Travel Management (CTM) yang melayani korporasi nasional dan multi-nasional; serta Orange Incentive House sebagai unit yang menyediakan jasa perjalanan insentif bagi perusahaan yang memberikan reward bagi peningkatan usaha mereka. Selain itu Panorama JTB Tours juga memiliki jaringan franchise melalui brand Panorama World di beberapa daerah di Indonesia.
Panorama JTB Tours juga menjangkau millennial traveler dengan menyediakan produk seperti: tiket pesawat, hotel, tiket kereta api dan paket liburan secara online di website: www.panorama-jtb.com dan aplikasi mobile: Panorama JTB Toursyang dapat diunduh oleh pengguna telepon genggam berbasis IOS dan Android.
1. MENGHITUNG LIKUIDITAS
Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih (S. Munawir, 1995 hal 31). Rasio likuiditas terdiri dari :
Current Ratio
Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.
Rumus :
Acid test ratio (Ratio Immediate Solvency)
Rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid.
Rumus :
2. MENGHITUNG COST OF CAPITAL (COC)
Menghitung biaya modal hutang Biaya hutang akanmenunjukkan seberapa besar biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan sebagai akibat penggunaan dana yang berasal dari hutang (pinjaman). Dalam menghitung biaya modal relevan adalah biaya hutang setelah rumus yang digunakan adalah pendekatan after tax basis, dimana variabel yang diperlukan dalam perhitungan ini antara lain tarif pajak, beban bunga, dan hutang jangka panjang. Biaya modal utang dibagi menjadi:
Keterangan :
Kd
|
= Biaya modal hutang obligasi
|
I
|
= Bunga hutang jangka panjang (obligasi) satu tahun dalam rupiah
|
N
|
= Harga nominal obligasi atau nilai obligasi pada akhir umurnya
|
Nb
|
= Nilai bersih penjualan obligasi
|
n
|
= Umur obligasi
|
Selanjutnya ka disesuaikan dengan tingkat pajak sehingga :
Menghitung biaya modal saham biasa dengan menggunakan metode
· Biaya modal saham preferen
Keterangan :
Kp = Biaya saham preferen
Dp = Dividen saham preferen
PO = Harga saham preferen saat penjualan
· Biaya modal saham biasa
Keterangan :
Ke = Biaya modal saham biasa
Di = Dividen
P0 = Harga penjualan saham saat ini
g = Grow/ pertumbuhan
Keterangan :
Kd = Biaya hutang setelah pajak
Pd = Proporsi hutang
Ke = Biaya modal sendiri
Pe = Proporsi modal sendiri
Analisis Likuiditas
Rasio Lancar = (Aktiva Lancar / Utang Lancar) x 100%
Rasio Lancar = (349.503.003.019 / 240.363.893.257) x 100%
= 145,40%
Analisis : Rasio kelancaran likuiditas yang ada di PT Panaroma Sentra Wisata Tbk mencapai 145,40% dan jumlah itu bisa dikatakan baik karena jika rasio lancar lebih dari 100% sudah dapat dinyatakan baik
Rasio Cepat = (Current Assets – Inventory / Utang Lancar ) x 100%
Rasio Cepat = (349.503.003.019 - 82.505.323.311 / 240.363.893.257) x 100%
= 111,1%
Analisis : Rasio cepat likuiditas yang ada di PT Panaroma Sentra Wisata Tbk mencapai 111,1% dan jumlah itu bisa dikatakan baik karena jika rasio cepat lebih dari 100% sudah dapat dinyatakan baik
3. Cash Ratio
Rasio Kas = (Cash atau Cash Equivalent / Utang Lancar) x 100%
= (37.207.435.291 / 240.363.893.257) x100%
= 15,5%
Analisis : Rasio kas likuiditas yang ada di PT Panaroma Sentra Wisata Tbk mencapai 15,5% dan jumlah itu bisa dikatakan baik karena jika rasio kas lebih dari 100% sudah dapat dinyatakan baik
4. Rasio Perputaran Kas (Cash Turnover Ratio)
Rasio Perputaran Kas = (Penjualan Bersih / Modal Kerja Bersih) x 100%
= (1.862.535.355.671/ 187.546.618.632) x 100%
= 9.93%
Analisis : Rasio Perputaran kas likuiditas yang ada di PT Panaroma Sentra Wisata Tbkmencapai 9.93% dan jumlah itu bisa dikatakan baik karena jika rasio perputaran kas lebih dari 100% sudah dapat dinyatakan baik
5. Working Capital to Total Asset Ratio
Working Capital to Total Asset Ratio
= (Current Asset – Current Liabilities / Total Assets) x 100%
= (349.503.003.019- 23.368.739.278 / 621.002.942.377) x 100%
= 11%
Analisis : Rasio Working Capital to Total Asset likuiditas yang ada di PT Panaroma Sentra Wisata Tbk mencapai 11% dan jumlah itu bisa dikatakan kurang baik karena jika rasio Working Capital to Total Asset lebih dari 100% baru dapat dinyatakan baik







Komentar
Posting Komentar